Jam

Gunung Bromo

on Rabu, 17 Desember 2008

Nikmati Pemandangan Spektakuler Pegunungan Bromo-Semeru, Jawa Timur


Apabila Anda berwisata ke Jawa Timur, sangat disayangkan jika tidak mengunjungi Kawasan Wisata Alam Taman Nasional Bromo " Semeru. Apalagi ditambah dengan kondisi udara yang masih segar, dingin dan alam pegunungan yang menawan.

Taman Nasional Bromo-Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian 2392 m dari permukaan laut.

Pegunungan Bromo-Semeru, merupakan pegunungan yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Kawasan wisata ini menjanjikan sebuah keindahan yang tak bisa anda temui di tempat lain. Dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini, anda bisa menikmati hamparan lautan pasir seluas 10km persegi, dan menyaksikan kemegahan gunung Semeru yang menjulang menembus awan. Anda juga bisa menatap indahnya matahari beranjak keluar dari peraduannya.


Selain menyaksikan keindahan panorama yang ditawarkan oleh Bromo-Semeru, apabila Anda datang di waktu yang tepat, maka Anda dapat menyaksikan Upacara Kesodo, yang diadakan oleh masyarakat Tengger. Upacara ini biasanya dimulai pada saat tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kesodo [ke-sepuluh] menurut penanggalan Jawa. Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Saat prosesi berlangsung, masyarakat Tengger lainnya beramai-ramai menuruni tebing kawah dan sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

Cara Mencapai Daerah Ini



Anda dapat mencapai daerah ini dengan menggunakan mobil pribadi ataupun menyewa kendaraan. Ada empat pintu gerbang utama untuk memasuki kawasan taman nasional ini yaitu: desa Cemorolawang jika melalui jalur Probolinggo, desa Wonokitri dengan jalur Pasuruan, desa Ngadas dari jalur Malang dan desa Burno adalah jalur Lumajang. Adapun rute yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut:
Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km, Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km. Atau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km

Tempat Menginap
Berbagai hotel dan penginapan dapat ditemukan disekitar area Taman Nasional Bromo-Semeru, mulai dari losmen sampai dengan hotel berbintang 4 dapat di jadikan pilihan untuk menginap di Bromo. Rata rata setiap hotel memasang tarif yang terjangkau.

Tempat Bersantap
Agak sedikit sulit untuk menemukan tempat makan di area ini terutama pada malam hari. Akan tetapi, apabila Anda menginap di desa Wonokitri, sekitar 3 km ke bawah tepatnya di pasar Tosari dapat ditemui beberapa warung makanan yang buka dan menjajakan makanannya hingga pukul 9 malam.

Berkeliling



Anda dapat berkeliling ke sekitar areal Taman Nasional dengan menyewa kendaraan jenis jeep 4x4. Atau, jika hanya ingin berkeliling di sekitar area lautan pasir Bromo, Anda dapat menyewa kuda yang banyak tersedia disana.

Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan
Adapun hal-hal lain yang dapat dilihat atau dilakukan di area ini adalah Anda dapat mengunjungi beberapa objek di bawah ini:

  • Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo, dan berkemah.
  • Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Berkuda dan mendaki gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit.
  • Pananjakan. Melihat panorama alam gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru.
  • Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut ( 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 m. dpl).
  • Ranu Darungan. Berkemah, pengamatan satwa/ tumbuhan dan panorama alam yang menawan.

Buah Tangan
Anda dapat membeli oleh-oleh atau cinderamata di sekitar point area yang biasa digunakan untuk melihat matahari terbit. Di area ini banyak terdapat kios cinderamata yang menjajakan dagangan mereka seperti kaos atau t-shirt, topi kupluk, syal dan lainnya. Selain itu, di sekitar area laut pasir juga terdapat beberapa penjaja cinderamata yang menjual kaos atau t-shirt yang bertuliskan Gunung Bromo-Semeru.

Tips

  • Musim kunjungan terbaik adalah sekitar bulan Juni s/d Oktober dan bulan Desember s/d Januari.
  • Perlu disiapkan kesehatan prima dan perbekalan penahan dari udara dingin seperti: baju hangat, penutup kepala, kaus tangan penahan udara dingin, serta bekal makanan-minuman secukupnya
  • Perlu diingat bahwa di puncak Penanjakan tidak ada pengginapan maka dari penginapan terdekat harus berangkat pagi-pagi sekitar pukul 03.00-04.00 pagi dini hari.
    Mengingat sulitnya mencari makanan pada malam hari, akan lebih baik apabila Anda membeli persediaan makanan dan minuman sebagai bekal Anda.

Arung Jeram Pekalen

Probolinggo Kini Tidak
Lagi Hanya Gunung Bromo



Probolinggo – Di wilayah yang dikenal dengan Gunung Bromo-nya itu, pilihan wisata petualangan semakin lebar. Berkuda di kebekuan pagi menikmati matahari terbit dari bibir kawah gunung sudah dikenal sejak masa kolonial. Wisata petualangan di antara masyarakat Hindu Tengger memang menjadi ciri utama wisata Jawa Timur.

Boleh jadi Kali Pekalen dari pemandangan alam bukan pesaing Gunung Bromo. Namun dari segi alternatif wisata petualangan ia penantang terbaru indahnya lautan pasir dan kawah Bromo. Jika Anda berada di wilayah Jawa Timur, dan Probolinggo salah satu tujuan, maka Anda bisa memilih paket wisata petualangan arung jeram bagi keluarga tersayang. Putra-putri Anda bisa mencoba berpacu dengan derasnya alur sungai yang meliuk di antara batu-batu gunung ukuran raksasa. Kendati cukup berbahaya, tapi alur sungai Pekalen dinilai paling aman bagi wisatawan yang hendak meluncur mengarungi jeram Pekalen. Lokasi wisata tantangan itu, kini dikelola oleh PT Songa Alam Lestari.
Konon, lokasi arung jeram di alur sungai Pekalen, merupakan alur terbaik setelah sungai Citarik di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Dari segi keamanan wisata, jeram sungai Kali Pekalen medannya tidak terlalu berbahaya. Tapi, dari sisi tingkat kesulitan arung jeram, dalam kondisi normal angkanya bervariasi antara 2 – 3+. Nilai itu berada setingkat di atas arung jeram Sungai Ayung di Bali serta di bawah Sungai Saddang dan Lariang di Sulawesi Selatan yang kesulitannya mencapai 4-5.
Selain itu tantangan alam berupa puluhan jeram-jeram sungai yang ditawarkan masih sangat molek dan perawan. Pemandangan alam berupa tebing sungai yang curam dan membentuk semacam gua, menambah panjang daftar panorama yang memberi nuansa baru pada kelopak mata. Lengkaplah sudah anggota tubuh berekreasi. Dari otot tangan dan kaki yang meregang saat perahu karet meliuk-liuk di alur jeram, sekaligus retina mata disuguhkan panorama warna-warni.
Bagi para petualang, kondisi itu menjadi tantangan yang sangat menggiurkan. Belum lagi pemandangan alami yang khas dengan nuansa pedesaan menjadi pelengkap pesona arung jeram Sungai Pekalen. Nuansa alami terekam pada langkah tapak kaki perawan desa yang berpenampilan polos dan lugu. Mereka tak melepas senyumnya ketika perahu karet wisatawan arung jeram melintas di tepi sungai tempat mereka mencuci pakaian. Di balik bebatuan raksasa, perawan desa itu asyik bercengkerama. Sesekali tangannya dilambaikan kepada wisatawan arung jeram. Sungguh, pemandangan yang langka disuguhkan di perkotaan.
Adalah Ferdi (28), seorang wisatawan mengaku mencicipi tantangan arung jeram di beberapa lokasi di beberapa daerah di Indonesia, menilai lokasi Kali Pekalen paling ideal untuk jeram wisata. ’’ Jeram di sini tak mengundang bahaya. Kalaupun ada, paling hanya ada dua jeram yang patut diwaspadai ancamannya’’ tuturnya.
Selain itu kondisi dan medannya hampir sama dengan arung jeram di Sungai Citarik. Bedanya arung jeram di Sungai Citarik lebih dulu dikenal untuk berwisata serta terdapat beberapa operator yang melayani wisatawan. Ferdi meyakini, jika paket wisata arung jeram di Kali Pekalen dikemas dan dikelola profesional, maka tak akan kalah dengan lokasi di Kali Citarik Sukabumi.
Setidaknya, bisa dijadikan pilihan dan alternatif bagi wisatawan tantangan untuk menjajalnya. Ferdi memberi saran, agar pengelola arung jeram Kali Pekalen lebih gencar mempromosikannya. Bisa dengan menampilkan di leaflet wisata, dan diedarkan di hotel dan travel biro di kota-kota besar.
Saran Ferdi itu, tampaknya ditanggapi positif oleh Manajer Progam PT Songa Alam Lestari, Imam Santoso. Imam mengatakan, pengembangan wisata arung jeram ke depan bakal diarahkan lebih spesifik dengan sasaran para eksekutif muda. Terlebih, setahun terakhir ini lahir tren baru di kalangan eksekutif muda lewat media out bond berlatih keterampilan manajerial melalui kegiatan alam bebas. ’’ Memang ke depan kami akan mengembangkan untuk arena. Tahap awalnya kami masih menata supaya wisata arung jeram ini menjadi paket wisata yang layak dijual,’’ tambahnya.
Wisata arung jeram Sungai Pekalen menempuh rute sepanjang sembilan kilometer, berangkat dari Desa Pesawahan di Kecamatan Tiris dan finis di Desa Condong, Kecamatan Gending. Jarak sembilan km itu ditempuh dengan perahu karet selama tiga jam.
Di tengah-tengah jalur rute arung jeram, peserta dapat beristirahat selama 30 menit untuk menikmati sajian khas menu jajan desa. Tenggorokan makin dimanja dengan air kelapa muda sebagai pelepas dahaga.
Dalam paket wisata tantangan ini, Imam Santoso menjual paket wisata arung jeram Kali Pekalen hanya sepekan sekali. Selain paket wisata ini baru dibuka lima bulan lalu, Imam juga masih mencari terobosan untuk membuka paket wisata di luar hari Minggu. Misalnya, paket libur nasional, atau paket liburan sekolah. Dalam waktu dekat ini, Imam Santoso akan mencoba membuat paket Sabtu-Minggu. Paket ini khusus disiapkan bagi eksekutif muda yang pada dua hari akhir pekan itu. menjalani liburan rutin. Misalnya eksekutif perbankan.
Berapa rupiah paket wisata itu dijual? Menurut Imam, paket untuk akhir pekan dan hari libur dijual Rp 150.000/orang wisatawan domestik dan Rp 350.000/orang untuk wisatawan asing. Hari biasa harganya lebih murah, turis asing hanya dikenakan tarif Rp 300.000/orang dan turis domestik Rp 125.000. Malahan paket bagi para pelajar hanya Rp 75.000/orang. Harga jual paket itu sudah termasuk asuransi, angkutan ke lokasi start, makan siang serta snack.
Meski baru beroperasi sekitar lima bulan, rata-rata pengunjung yang menikmati paket arung jeram ini setiap bulannya sudah mencapai 300 orang. ’’ Tarif paket arung jeram ini, memang relatif mahal. Soalnya, biaya operasional masih belum bisa kami tekan,’’ paparnya. Imam memberi contoh investasi perahu karet standar buatan dalam negeri harganya sekarang mencapai Rp 17 juta. Biaya itu belum termasuk biaya perawatan, honor 20 orang operator, asuransi, sewa lahan, snack dan makan siang yang masih menyedot biaya cukup mahal.
Saat ini, PT Songa Alam Lestari memiliki memiliki enam unit perahu karet siap operasi. Jika jumlah pengunjung membludak kami siap mendatangkan perahu karet dari Bali. Syaratnya sepekan sebelum rombongan datang, pihak travel biro mengontak Imam. Selamat datang, para wisatawan petualang.

Gunung Argopuro


Gunung Argopuro adalah bagian dari pegunungan Iyang yang terletak di kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Ketinggiannya mencapai 3088 m dpl, berada pada posisi geografis ………… Ada beberapa puncak yang dimiliki oleh gunung ini. Puncak yang terkenal bernama Puncak Rengganis. Sedangkan puncak tertingginya berada pada jarak ± 200 m di arah selatan puncak Rengganis. Puncak tertinggi ini bernama Welirang dan ditandai dengan sebuah tugu ketinggia(triangulasi)

Gunung argopuro merupakan bekas gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi. Bekas kawahnya yang sudah tidak aktik namun terkadang masih berbau belerang dapat ditemui di sekitar puncak Rengganis. Di dekat bekas kawahnya yang sudah mati ini dapat ditemukan bekas-bekas bangunan pada masa lampau.

Terlepas dari segala mitos dan legenda yang beredar di masyarakat, gununng ini memang sangat indah. Pemandangan yang beragam dan indah akan dapat ditemui sepanjang perjalanan. Perkebunan, padang rumput, taman bunga, taman edelweiss, hutan pinus, hutan hujan tropis, dan bahkan danau menghias alam Argopuro. Padang rumputnya yang amat luas dan berbukit-bukit menjadi keindahan tersendiri. Belum lagi taman edelweiss yang berisi tumbuhan edelweiss yang ketinggiannya lebih dari 3 m, suatu pemandangan yang jarang ditemui.. Pada musim hujan, di kanan kiri jalur pendakian tumbuh beberapa tanaman bunga, sehingga serasa berjalan dalam sebuah taman bunga. Sumber airpun mudah ditemukan di gunung ini, sehingga para pendaki lebih mudah memperoleh persediaan air. Dibandingkan gunung lainnya di pulau jawa, lebih mudah menemukan satwa di gunung ini, suara burung dan ayam hutan akan menemani perjalanan anda. Bahkan jika beruntung, biasa bertemu dengan burung merak. Namun sayangnya saat ini banyak hutannya sudah musnah habis terbakar, yang mengakibatkan banyaknya pohon tumbang dan mengurangi keindahan Argopuro.

Sejarah kota Probolinggo




BANGER dan PROBOLINGGO

Pada zaman Pemerintahan Prabu Sri Nata Hayam Wuruk raja Majapahit yang ke IV (1350-1389), Probolinggo dikenal dengan nama “ Banger “, nama sungai yang mengalir ditengah daerah Banger ini.


Sejalan dengan perkembangan Politik kenegaraan/kekuasaan di Zaman Kerajaan Majapahit, pemerintahan di Banger Juga mengalami perubahan-perubahan/perkembangan seirama dengan perkembangan Zaman. Pada saat Minakjinggo, Raja Blambangan berkuasa, banger yang merupakan perbatasan antara Majapahit dan Blambangan dikuasai pula oleh Minakjinggo.


Bahkan Banger menjadi kancah perang saudara antara Blambangan dan Majapahit yang dikenal dengan “ Perang Paregreg “.Adapun Nama Banger ini diberikan karena airnya berbau amis/Banger karena darah Menak Jinggo yang dipenggal kepalanya oleh Raden Damarwulan.


Banger, pada masa Pemerintah VOC tahun 1746 mengangkat Kyai Djoyolelono sebagai Bupati Pertama di Banger, dengan gelar Tumenggung.

Karena Politik adu domba maka pada tahun 1768 Bupati Banger meninggalkan jabatannya dan mengembara /lelono dan sebagai penggantinya adalah Kyai Djoyolelono menurut cerita Kabupatennya di Benteng Lama. Masa Pemerintahan Tumenggung Joyonegoro Daerah Banger amat makmur penduduknya tambah banyak, yang kemudian Beliau mendirikan Masjid Jami’ lebh kurang tahun 1770 kemudian nama Banger oleh Tumenggung Joyonegoro diganti menjadi PROBOLINGGO yang artinya : Probo = Sinar, Linggo=Tugu, badan, tanda, peringatan, tongkat.

Jadi Probolinggo adalah Sinar yang berbentuk tugu, gada, tongkat (mungkin yang dimaksud adalah meteor/bintang jatuh), Setelah wafat Kanjeng Jimat dimakamkan di Pesarean belakang Masjid Jami’ dan karena disenangi masyarakat beliau mendapat sebutan “ Kanjeng djimat “

Candi Jabung

Di atas ini adalah Candi Jabung yang merupakan salah satu peninggalan bersejarah di Probolinggo yang terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton berada pada ketinggian 8 m dpl. Candi ini terbuat dari batu merah dengan ukuran, panjang 13,11 m, lebar 9,58 m dan tinggi 15,58 m. Sebelum dipugar areal candi ini seluas 35 x 40 m dan sekarang telah mendapat perluasan 20.042 m2.

Pantai Bentar



Wisata Probolinggo, Bentar Indah adalah obyek wisata Pantai yang terletak di tepi jalan Surabaya Banyuwangi, Kecamatan Gending 7 Kilometer dari Kota Probolinggo, ke arah timur. Pantai Bentar sangat potensial mengingat lokasi merupakan lintasan wisata overland Jawa-Bali, bisa dikembangkan menjadi semacam resort. Di sekitar pantai direncanakan akan didirikan Hotel Terapung lengkap dengan fasilitas penunjang lainnya berupa water sport, sea aquarium, play ground, swimming pool, mangroves forest, fish pond dll. Apalagi di sepanjang perjalanan dari Surabaya-Bali hanya ada satu stop over bagi wisatawan, yaitu Pantai Pasir Putih (Situbondo). Makanya Bentar Indah dianggap cukup menjanjikan, khususnya bagi pengusaha restorant dan perhotelan.

Letaknya berada di tikungan jalan raya, berseberangan dengan bukit. Dari atas bukit, nampak lokasi Bentar Indah berada dibibir pantai dengan latar belakang pemandangan laut yang sangat indah. Disebelah timurnya terdapat hutan bakau yang diperluas untuk tambak tradisional untuk benih udang dan ikan laut. Wisatawan dapat memancing, dengan membayar sewa pemancingan. Dimasa mendatang rencananya perjalanan dari Probolinggo menuju Pulau Gili Ketapang akan dialihkan ke Pantai Bentar Indah. [Probolinggo]

Air Terjun Madakaripura

Air Terjun Madakaripura PDF Cetak E-mail

Kawasan wisata Gunung Bromo ternyata menyimpan satu lokasi wisata yang unik dan menawan. Lokasinya tidak jauh dari lautan pasir Bromo, hanya sekitar 45 menit ke arah Probolinggo (ke Utara). Namanya adalah air terjun Madakaripura. Menurut penduduk setempat nama ini diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air tejun ini. Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut. Untuk mencapai tempat wisata ini tidak terlalu sulit. Sebaiknya kunjungan dilakukan bila kita akan ke Bromo dari arah Probolinggo dikarenakan searah dengan perjalanan atau saat berada di Bromo dan dilakukan pagi hari. Lokasi bisa dicapai dengan kendaraan pribadi atau mobil sewaan (dari Probolinggo menyewa Panther Rp 150.000,- pp + supir, 12/2003). Jika kita datang dari arah Probolinggo maka sesampai di Desa Sukapura kita belok kanan., kita akan melewati jalan aspal dengan suguhan pemandangan pada bagaian kiri-kanan berupa gunung tinggi yang menyegarkan mata. Kurang lebih setelah sekitar 5 km melakukan perjalanan, kita akan bertemu dengan pintu masuk kawasan wisata air terjun Madakaripura yang ditandai dengan tempat parkir yang luas dan patung Gajah Mada. Disini, banyak penduduk lokal yang menawarkan diri menjadi 'guide' yang akan menemani sambil menceritakan sejarah objek wisata tersebut hingga kita balik lagi ke tempat parkir.

Selanjutnya kita harus berjalan kira-kira 15 menit, melewati jalan setapak terbuat dari semen yang berbatu sehingga kalau basah tidak akan licin. Saat berjalan kaki ini kita juga disuguhi pemandangan indah dan menyejukkan, di samping kanan kita ada aliran sungai berbatu-batu, di kanan kiri kita diapit tebing tinggi dengan pepohonan lebat beserta iringan kicauan burung dan derikan kumbang. Terkadang di beberapa bagian jalan, terhalang oleh pohon rubuh atau ada bekas longsoran, meskipun demikian jalan ini relatif datar dan dapat dijalani dengan mudah, kalau kecapekan ada beberapa tempat di sepanjang jalan yang bisa digunakan untuk duduk-duduk beristirahat.

Saat tiba di lokasi air terjun kita akan bertemu dengan warung kecil, pos penjaga dan toilet (bisa ganti baju), disitu terdapat pula penyewaan payung bila kita tidak ingin terlalu basah kuyup. Air terjun ini berawal dari air yang mengalir dari tebing memanjang dan membentuk tirai, sehingga kita bisa berpayung ria berjalan di bawahnya. Di ujungnya, kita akan bertemu dengan sebuah ruangan berbentuk lingkaran berdiameter kira-kira 25 meter.

Berdiri di dalam ruangan alam ini kita akan merasa seolah berada di dasar sebuah tabung, dimana terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 200 meter, dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut kapas ke kolam berwarna kehijauan. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras. Keunikan dan kesejukan air terjun ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya.

Untuk anda penggemar fotografi, lokasi ini bisa menjadi obyek yang tidak habis-habisnya, mulai dari pintu masuk kedatangan hingga suasana air terjun yang seolah dalam tabung.

Beberapa orang di Probolinggo baik di hotel maupun di travel agent yang kami tanyai mengenai air terjun ini mengaku belum pernah berkunjung kesana. Hal ini mungkin disebabkan karena bentuk air terjun ini yang bila terjadi longsor atau banjir, maka kita yang berada di dasar tabung tersebut akan terperangkap. Sehingga berada di 'tabung' ini perasaan kita akan bercampur aduk antara kagum pada keindahan alam ini dan was-was. Melihat kondisi seperti ini jika diperkirakan akan terjadi longsor atau banjir, kawasan objek wisata Madakaripura ini akan ditutup untuk pengunjung.

Sesudah puas main air dan kedinginan, kita bisa menikmati minuman panas di warung dekat air terjun sebelum berjalan kaki lagi menuju tempat parkir. Secara umum tempat ini telah dikelola dengan cukup baik, dapat dicapai lewat jalan aspal yang mulus, jalan setapak yang nyaman, fasilitas umum seperti kamar mandi, mesjid dan tempat parkir. Namun kurangnya informasi mengenai tempat ini dan jaminan keamanan yang belum ada mengakibatkan jarang orang tahu dan mau berkunjung ke kawasan wisata ini. Dengan promosi yang cukup, pengunjung Bromo akan dapat menambah daftar tujuan wisatanya.

Penulis : Febri Nuzul Ramadhan
Fotografer : Faidzal
Lokasi : Lumbang, Probolinggo
Sumber : navigasi.net

Peta Lokasi :
Map data ©2008 AND, Europa Technologies - Terms of Use
Map
Satellite
Hybrid

Apa pendapat anda tentang Blog ini?